SD “Bertaraf Internasional” BANI HASYIM


Belajar Sambil Bermain Dengan Education Games
February 20, 2008, 9:32 am
Filed under: Artikel-Opini, Guru, Metode, Siswa

Ketika saya, anda dan semua orang sedang melihat anak-anak, maka terbayang di dalam benak kita sosok anak-anak yang sedang bercanda ria dengan senyuman tersungging di bibirnya. Di sana terlihat jelas betapa dunia anak-anak adalah dunia keceriaan yang penuh canda tawa. Kemudian terlintas sebuah pertanyaan, apa yang membuat mereka terlihat seperti itu? wah…ternyata mereka lagi asyik bermain. Ada yang bermain ayunan, komedi putar, dan kejar-kejaran, menyenangkan sekali kelihatannya.

Itulah dunia anak-anak, dunia bermain yang mengasyikkan. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia yang identik dengan bermain, terutama di usia dini. Oleh karena itu, para pakar Psikologi Perkembangan Anak banyak menciptakan metode-metode bermain kreatif untuk menunjang pertumbuhan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak usia dini.

Melalui aktivitas bermain yang di kemas secara edukatif, pasalnya anak-anak sedang belajar banyak. bermain sambil belajar tentang banyak hal. Misalnya di Taman Kanak-kanak (TK) atau Playgroup, yang memiliki sisi edukatif tersendiri. Contohnya seperti bermain ayunan yang dapat melatih keseimbangan, bermain komedi putar yang bisa melatih keberanian dan ekspresi emosional, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tanpa disadari, anak-anak telah belajar banyak hal dengan cara bermain. Banyak sekali ragam metode dan jenis permainan edukatif yang ditawarkan oleh buku yang ada di tangan anda sekarang.

Terutama, mendidik anak dengan metode bermain kreatif sambil belajar. Dengan bahasanya yang lugas dan jelas, Andang Ismail juga menyajikan gambar-gambar ilustrasi yang unik dan amat menarik di dalam bukunya ini. Disamping dapat menopang pertumbuhan aspek fisik, permainan-permainan yang bersifat edukatif juga bertujuan untuk mengembangkan aspek kepribadian anak. Oleh sebab itu, pendidikan anak usia dini melalui metode bermain sambil bermain dipandang sangat urgen. Anak merupakan generasi penerus di masa yang akan datang, sehingga pertumbuhannya baik aspek fisik, maupun kepribadian (mental) anak perlu diarahkan sejak dini.

Namun di satu sisi, saat ini kepedulian orang tua / guru dalam menyediakan alat-alat permainan yang bersifat mendidik untuk mencapai totalitas perkembangan kepribadian anak dinilai kurang. Mulai sekarang kita harus merubah anggapan keliru bahwa alat permainan edukatif yang bagus adalah yang mahal. Sementara masih banyak alat-alat permainan tradisional yang dapat difungsikan oleh seorang guru dan orang tua guna mengembangkan kreativitas anak dalam berbagai sisi.

Dalam konteks ini, seorang guru dituntut untuk dapat merancang dan mengembangkan berbagai jenis alat permainan edukatif. Guru yang kreatif adalah guru yang mampu memanfaatkan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar anak. Misalnya, terbuat dari koran, kardus, biji kacang hijau, batang korek api, lilin, gelas aqua, ranting, botol-botol bekas, dan lain sebagainya.

Untuk itu, bagi para orang tua / guru Taman Kanak-kanak dan semua elemen yang yang berkecimpung dalam ranah pendidikan mari kita mencoba jenis-jenis permainan yang formulasikan khusus untuk anak usia dini. Tetap semangat dengan Education Games sebagai upaya mewujudkan anak yang cerdas dan ceria. Selamat mencoba !.

*) Qurroti A’yun,
Guru Al-Islam di SD Bertaraf Internasional Bani Hasyim Singosari – Malang

About these ads

3 Comments so far
Leave a comment

Assalamu’alaikum wr. wb
mbak. aku mo nanya. yg dimaksud sekolah bertaraf internassional itu yang gimana sih?
memang banyak edutainment yang “harus” atau lebih sering kita berikan pada anak, misal belajar bhs Inggris dengan menggunakan bungkus mie instan, bungkus kue dll. baca tulisan yg ada dibungkusnya & artikan dgn bahasa anak. kira2 begitu ya mbak he…he….
wassalamu’alaikum wb.wb

Comment by namakuananda

ya.. aku ikutan mau nanya.
apa ada janjian dengan pihak Luar Negeri atau Internasional untuk klasifikasi beginian ?

Comment by limpo50

Education Games, rasanya kayak benar-benar bermain. Educationnya terasa sedikit sekali, nyaris buang waktu.
Kasihan anak-anak yang mestinya saat itu waktunya buat belajar.

Comment by limpo50




Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: