SD “Bertaraf Internasional” BANI HASYIM


Pembelajaran Adab terhadap Santri dan Peningkatan Kualitas Guru, Salah Satu Kerja Keras Kami untuk Putra-Putri Anda
February 10, 2009, 5:25 pm
Filed under: Artikel-Opini, Kurikulum
  • PEMBELAJARAN ADAB, SALAH SATU KERJA KERAS KAMI UNTUK PUTRA-PUTRI ANDA

Selama satu minggu di awal pembelajaran semester 2 TP 2008/2009, santri akan diingatkan kembali tentang adab/kebiasaan dalam segala hal. Mulai dari adab masuk kelas, adab kebersihan dan kerapian kelas, adab di wastafel, adab gosok gigi, adab saat di kamar mandi, berwudlu, di masjid, di Lab. BTQ, di Play ground, kolan renang, kantin, perpustakaan, sampai di halaman ketika bermain. Pembisaan ini tidak hanya untuk santri kelas 1 saja, tapi juga santri kelas 2-6.

Mengapa Bani Hasyim menerapkan Pembiasaan terhadap Adab pada santri?

Sebelum liburan, hampir setiap hari anak-anak sering melanggar adab dalam bersikap. Misalnya dalam menggunakan wastafel untuk main-main, membasahi rambut, semprot-semprotan, dsb. Di kelas masih sering meletakkan tas tidak di loker, sepatu tidak rapi, berebutu ketika berwudlu, tidak mau antri, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, guru sebagai pengajar dan pendidik berusaha keras untuk mengingatkan kembali, apalagi setelah liburan panjang. Setelah satu minggu ini diawasi ketat oleh bapak/ibu guru. melalui Pembisaan seperti ini diharapkan dapat membentuk perilaku dan sikap positif untuk menjadi anak yang tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga berakhlakul karimah dapat berlangsung dengan kesadaran pribadi.

Meskipun, satu minggu tidaklah cukup untuk membuat karakter anakberubah, tapi paling tidak kami berusaha keras untuk menanamkan good habits. Melalui suatu kebiasaan yang terjadi terus menerus karakter anak akan terbentuk, dan akhirnya akan menjadi kepribadian.

Upaya sungguh-sungguh sekolah dalam mendidik anak-anak di sekolah hendaklah dilanjutkan di rumah, karena imposibble karakter anak akan terbentuk jika hanya diterapkan di sekolah, karena sesungguhnya pendidik yang pertama dan utama adalah keluarga. Misalnya: Jika di sekolah diharuskan sholat berjamaah maka di rumah juga harus sholat berjamaah, orang tua harus belajar untuk konsisten pula. Jangan sampai terulang kasus anak di sekolah ketika oleh gurunya disuruh berwudlu untuk sholat dhuhur, dia bilang, dengan sangat tegas “emoh, emoh bu, aku lo di rumah ga’ pernah sholat”. Jika anda berada di posisi guru waktu itu, bagaimana perasaan anda?
Soft skill, itulah yang kami gaungkan dalam pembentukan santri bani hasyim, agar kepintaran dibarengi dengan akhlak yang mulia. Kelak ketika besar nanti tidak seperti jaman kita dulu (*sekarang juga masih banyak sih). Di mana kurikulumnya cenderung menekankan pada kepandaian, akhirnya ketika besar yang ada dipikiran anak adalah sukses, tapi dengan jalan yang tidak benar. Seperti yang sedang dialami Indonesia saat ini, korupsi yang mendarah daging. Bani hasyim mencoba untuk memotong benang ruwet itu, semoga didukung oleh semua pihak dan pastinya diridhoi oleh Alloh SWT. AMIIN.

  • PENINGKATAN KUALITAS GURU, SARANA KAMI DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN YANG BERMAKNA

Insyaallah, Bapak/Ibu tidak akan kecewa menitipkan putra-putrinya kepada Kami. Bagi yang belum, jangan ragu untuk memasukkan di sekolah Kami. Guru yang ada di Bani Hasyim adalah guru-guru terbaik, yang selalu mengembangkan diri.

Ketika santri-santri libur, Kami tetap masuk untuk melakukan pelatihan, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk anak-anak, agar pembelajaran semakin kreatif sehingga anak-anak menjadi lebih tertarik,  bisa lebih mudah dipahami, dan akhirnya belajar anak menjadi lebih bermakna.

Selama satu minggu (19-25 Januari 2009) Guru SD Bani Hasyim mengikuti pelatihan “Pembelajaran Berbasis ICT melalui Pembuatan Presentasi dengan Impress dan Moodle (aplikasi Pembelajaran melalui Web)”, yang dilatih oleh guru-guru Bani Hasyim juga yang tergabung dalam ITRC.

Pembelajaran Al-Islam, Bahasa, tidak lagi hanya ceramah, tapi akan lebih memanfaatkan LCD, tentu dengan tampilan yang sangat menarik. Karena semua guru telah dilatih bagaimana membuat presentasi yang edukatif dan komunikatif dengan menggunakan fasilitas IMPRESS yang ada di Linux.
Selain itu, pembiasaan penggunaan bahasa Inggris selain bahasa arab untuk kelas bawah (1, 2, 3) mulai digiatkan di semester II dalam rangka menciptakan atmosfer bahasa yang lebih baik.

Semoga semua pihak semangat memasuki Semester II ini. Kita awali dengan Bismillahirrohmanirrokhiim. (dee)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: